Pages

Buscar

Sabtu, 25 Januari 2014

Essai Pemudaku


Pemuda dan Samudera Masa Depan
“Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu, orang bilang tanah  kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman” penggalan bait dari lagu yang berjudul kolam susu goresan pena koes plus, mengoreskan setiap kata kiasan didalam baitnya yang menjelaskan bahwa Indonesia adalah Negeri yang sangat kaya. Seperti bait lagu koes plus, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah ruah, didaratan maupun perairannya. Lautnya yang biru dengan flora dan fauna yang beragam dan indah menambah nilai estetika dan manfaat. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman kiasan ini tidak hanya sekedar kiasan belaka, melainkan memang benar adanya  daratan Indonesia adalah daratan yang tidak ada Negeri lain  dapat menandingi kesuburan dan keberagaman jenis tanah yang  memungkinkan berbagai jenis tanaman untuk tumbuh di tanah air kita ini. Belum lagi dengan hasil tambangnya, semua  unsur di alam yang dibutuhkan kita miliki di tanah surga kita yang meliputi batubara, aspal, minyak bumi, nikel, emas, tembaga, timah, dan masih banyak lagi yang lainnya.
Kaya dan eksklusive terketik di dalam dokumen pikiran kita bahwa sumber daya alam Indonesia yang  dibalut indah dengan panorama alam yang memukau bak  cover  buku pelajaran. Cover indah ini adalah sedikit dari indonesia contohnya yaitu; pantai bali yang indah dengan sunsetnya, gunung bromo yang elok dan istimewa, hutan tropis yang ada di Kalimantan dan Papua yang masih asri, padang rumput di NTT, dan masih banyak lagi yang hingga tak mampu saya jabarkan semuanya.
Sumber daya alam sudah indah tersampul. Namun, tak sekedar hanya itu, sampul Indonesia yang indah tadi, dan pula di perindah lagi dengan rangkaian pita budaya nan istimewa. Budaya yang tidak dimiliki Negara lannya, budaya yang membuat Negeri Indonesia berbeda, budaya yang menciptakan nilai estetika, budaya yang membuat Negeri lain iri dan ingin memilikinya, budaya yang merupakan ciri khas kita dan budaya yang hingga saat ini harus kita lestarikan. Budaya Indonesia sangatlah beragam mulai dari tarian daerah yang meliputi; tari saman dari aceh yang melihatkan kecepatan tangan yang menari menepuk-nepuk, tari kecak dari bali yang menampilkan keelokan lirikan mata penarinya, tari  topeng dari DKI Jakarta yang penarinya menggunakan topeng, dari tarian yang ada selain memiliki keunikan dalam gerakan dan pakaiannya, tarian tersebut tidak hanya sekedar itu melainkan memiliki nilai esensi atau unsur cerita dan fungsi, contohnya untuk upacara adat, ucapan selamat kepada tamu yang datang dan lain sebagainya. Ini baru  hanya tiga dari semua tarian daerah yang kita miliki. Selain tarian kita juga memiliki pakaian adat, senjata tradisional, makanan khas, rumah adat yang semuanya harus kita lestarikan.
Sumber daya alam beserta covernya, dan tak ketinggalan pita budayanya  yang merupakan tiga serangkai yang menjadi satu alasan mengapa Indonesia mampu untuk menjadi Negeri maju dan sejahtera. Namun mengapa Indonesia hingga saat ini belum menjadi Negeri maju? Padahal kita telah merdeka sejak tahun 1945 selama 68 tahun hingga terhitung hingga saat ini. Coba sejenak kita renungkan dan lihat negeri yang baru merdeka, contohnya Negeri Singapura mereka saat ini sudah menjadi Negeri maju dan memegang roda perekonomian padahal mereka baru merdeka pada tahun 1965. What happen with Indonesia ?
Ladang importir, gelar yang tak pantas diterima oleh Negeri yang super kaya. Tetapi semua nyata sebab lahan luas kita yang melimpah ruah namun tidak tergunakan dengan baik. Bagaimana tidak? banyak ilmuan-ilmuan bangsa yang hanya berpangku tangan, uang pun hanya stagnan dan karena itu uang saat ini diperebutkan oleh orang yang katanya “pemimpin”. Wajar ini terjadi di Negeri kita. Terlebih parahnya pemuda indonesia justru sibuk dengan urusan nongkrong dipinggir jalan, merokok sebal-sebul, ngeceng sana-sini, narkoba bagaikan kebutuhan primer, ngebut-ngebutan di jalan, menjadi pasukan perang yang “nyasar” di jalan-jalan kota, saling berkelahi sesama anak bangsa, melempari aparat keamanan dengan batu dan bom molotov, bahkan merusak sarana umum, pertokoan dan restoran.
 Dan data telah berbicara dan realita telah bersaksi bahwa 62,7 persen remaja di Indonesia pernah melakukan hubungan layaknya suami istri (data Komnas Pendidikan Anak), BKKBN menyatakan bahwa 51 persen remaja telah merasakan kenikmatan semu seks bebas. Selesai sampai disitu? Tidak, di berita yang saya baca di internet bahwa diperkirakan jumlah kasus aborsi atau pengguguran kandungan di Indonesia mencapai 2,5 juta kasus per-tahun. Penggunaan narkoba juga begitu subur di negeri kepulauan ini, tidak kurang dari 5 juta penduduk Indonesia diperkirakan menjadi pengguna barang haram tersebut
   Data semakin berbicara, kenyataan tidak mungkin dipungkiri. Pemuda indonesia kini berada ditengah badai krisis jati diri dan disorientasi akan perannya dalam pembangunan bangsa. Dengan kondisi seperti itu bagaimanakah masa depan bangsa ini? Kemanakah kapal besar bernama “bangsa Indonesia” akan berlayar? Memahami permasalahan adalah setengah dari solusi. Kita harus memahami bahwa ada dua faktor utama yang menyebabkan pemuda rentan mengalami disoreintasi peran.
Faktor yang pertama adalah faktor internal. Faktor internal disorentasi pemuda adalah karakteristik pemuda itu sendiri. Sebagaimana yang disebutkan oleh bapak psikologi remaja Stanley Hall, bahwa masa muda adalah masa badai dan tekanan (storm and stress). Ya, masa muda adalah masa dimana seseorang sangat sensitif akan kondisi dan situasi. Perubahan-perubahan terjadi secara cepat termasuk dalam hal yang fundamental layaknya pemikiran, emosi, sosial dan lain-lain. Selain itu, masa muda juga merupakan masa pencarian akan jati diri dan krisis identitas, sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang psikolog berkebangsaan Jerman Erik Erikson.
Masa muda adalah masa dimana kebutuhan akan cinta cukup tinggi. Baik cinta yang bersifat kasih sayang (Affectionate Love) dari keluarga maupun cinta dengan lawan jenis (Romantic Love). Sering kalai kita mendengar bahwa kenakalan pemuda disebabkan oleh rasa putus cintanya kepada kekasihnya, sehingga pelarian yang dilakukan adalah mengkonsumsi narkoba atau minuman keras. Telinga kita juga telah akrab dengan kenakalan pemuda yang disebabkan karena tidak adanya rasa kasih sayang dari orang tua dirumah. Kedua orang tuanya berkerja, sebelum ia bangun telah berangkat ke kantor dan baru pulang ketika ia telah tidur.
Pemuda kini sibuk dengan kegiatan tanpa hasil, sibuk dengan hanya menuntut kepada pemerintah untuk mendapatkan kesejahteraan padahal apakah mereka pantas mendapatkan kesejahteraan? Ada dalil yang mengatakan “jika anda ingin seperti apa yang anda inginkan maka, pantaskanlah diri anda” maksud dari dalil ini adalah ketika kita ingin menjadi contohnya presiden maka, kita pun harus memantaskan diri untuk menjadi presiden mulai dari cara berjalan, pola berpikir, dan lain sebagainya yang mendukung agar dapat menjadi presiden sama halnya dengan apabila kita ingin sejahtera kita pun harus memantaskan diri kita untuk dapat sejahtera, tetapi saat ini kita semua hanya mau mendapatkan dengan instan tanpa proses. Padahal kita tidak akan pernah lepas dari yang namanya proses. Seperti ulat yang ingin berubah menjadi kupu-kupu, ulat harus melalui proses kepompong selama 7-20 hari , kemudian kupu-kupu itu berusaha untuk keluar dari dalam kepompong itu sendiri, bahkan fakta mengatakan bahwa jika kupu-kupu tersebut dibantu untuk keluar dari kepompong maka kupu-kupu tersebut tidak akan mampu terbang, itu karena pada saat proses keluarnya kupu-kupu dari kepompong adalah proses memperkuat sayapnya untuk mampu terbang, Bahkan sejak lahir kita pun sudah melalui proses yang tidak sebentar. Ini membuktikan bahwa dalam hidup kita harus memanfaatkan apa yang ada dengan melalui proses untuk menuju Indonesia jaya di samudera masa depan.
Yang kedua adalah faktor eksternal. Dari banyak faktor eksternal yang ada agaknya globalisasi menjadi sumber utama penyebab disorientasi pemuda. Globalisasi menyebabkan arus informasi yang begitu cepat dan mudah untuk diakses. Kita dapat mengetahui informasi dari belahan dunia manapun dalam waktu sekejap saja. Media sosial begitu terbuka dan memberikan lautan informasi yang tidak menentu darimana asalnya. Penyebaran nilai dan budaya pun dengan mudahnya berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya melalui teknologi media ini. Pemuda dengan karakteristik sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya memiliki ketertarikan dan kemampuan untuk masuk kedalam arus informasi dan sosial media ini.
Tentunya globalisasi bukanlah seluruhnya negatif. Globalisasi seperti mata uang yang memiliki dua sisi. Satu sisi positif dan lainnya adalah negatif. Pemanfaatan globalisasi dengan baik akan mendatangkan kemajuan dan kebaikan, mengambil sisi buruknya tentu akan mendatangkan keburukan. Layaknya pisau yang dapat digunakan untuk membunuh oleh penjahat namun juga dapat digunakan oleh seorang ibu memasak untuk keluarganya. Membunuh adalah keburukan, sedangkan memasak untuk keluarga adalah kebaikan. Begitu pula globalisasi. Arus informasi yang tersedia dapat menjadi sebuah kebaikan bila kita menjadikannya sebagai sarana untuk memeroleh pengetahuan baru, mengambil nilai dan budaya yang baik dari negeri-negeri barat, seperti kejujuran, ketepatan waktu, profesionalisme dan lain-lain. Namun dapat juga menjadi keburukan bila yang kita ambil adalah budaya-budaya buruk seperti seks bebas yang selalu dipropagandakan dalam sebagian besar filem-filem barat, pornografi, narkoba, mengkonsumsi minuman keras, cara berpakaian yang tidak baik dan lain sebagainya. Namun yang sangat disayangkan, ketimbang mengambil yang baik, pemuda lebih sering mengakulturasi (bahkan mengambil mentah-mentah) hal-hal yang buruk sebagaimana yang telah disebutkan diatas.
Tentu sangat akrab ditelinga kita kata-kata besar seorang presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno, “Berikan aku sepuluh pemuda maka akan kuguncang dunia.” Sungguh kalimat yang penuh dengan optimisme dan harapan akan kekuatan pemuda Indonesia. Namun sahabatku sesama pemuda, mari kita pikirkan siapa pemuda yang diseru oleh sang presiden diatas? Apakah pemuda yang diseru adalah pemuda yang mengkonsumsi narkoba, melakukan seks bebas, menenggak minuman keras, melakukan aborsi atau melakukan tawuran pelajar? Atau yang diseru adalah pemuda yang memiliki semangat juang tinggi, dapat mengkonversi globalisasi menjadi keunggulan kompetitifnya, melakukan perubahan untuk diri sendiri, keluarga dan negeri, berusaha menjadi ahli dibidangnya masing-masing, tidak hanya ber-“aksi” turun ke jalan namun juga berkontribusi dan mengabdi kepada negeri? Tentu, saya berani bertaruh kalau belau masih hidup dan pertanyaan ini diberikan kepada beliau, seribu persen beliau akan menjawab pemuda yang kedualah yang dimaksud.
Telah lekat ditelinga kita untaian kalimat bahwa masa depan bangsa bergantung pada pemudanya, bila pemudanya baik maka baiklah bangsa tersebut, bila buruk maka buruklah bangsa tersebut. Agaknya tidak pernah terdengar ditelinga kita perdebatan mengenai kebenaran perkataan tersebut. Ya, pemuda adalah senjata utama suatu bangsa untuk menyambut masa depannya. Karena itulah Roosevelt mengatakan “We cannot always build the future for our youth, but we can build our youth for the future”.
Pemuda, begitu banyak definisi yang menjelaskan makna dari pemuda, dari mulai yang menyamakannya dengan definisi remaja, yakni orang yang berada dalam umur peralihan dari anak-anak menuju dewasa (12-21 tahun) atau adapula yang menyatakan bahwa pemuda tidaklah dibatasi oleh umur, berapapun umurnya asalkan memilliki ciri-ciri pemuda, tetaplah disebut pemuda. Dalam permbahasan kali ini penulis ingin mendefinisikan pemuda sebagaimana definisi yang tertera pada UU Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009 yang membatasi umur pemuda dari 16 hingga 30 tahun.
 Bangsa yang sukses berasal dari individu yang sukses. John Stuart Mill mengatakan “the worth of state, in the long run is the worth of individuals composing it” yang artinya “ nilai suatu Negeri, dalam jangka panjang adalah kumpulan nilai dari individu-individu yang terhimpun didalamnya”. Sukses adalah memanfaatkan dan mengaktualisasikan potensi diri untuk membawa manfaat kepada diri sendiri, alam, dan orang lain. Bayangkan saja jika kita mampu memberikan pengaruh terhadap suatu daerah, pasti akan menjadi pengalaman dan cerita hidup yang tak terlupakan, dan sebaliknya. Setiap manusia lahir dengan potensi, bakat, kemampuan luar biasa masing-masing yang akan terlihat jika kita menggalinya, dan jika kita tidak tau menau mengenai bakat diri kita maka, kemiskinan bakat melanda dan amat menyedihkan jika makhuk lain lebih memberi menfaat kepada bumi, daripada kita sebagai manusia, dan saat inilah derajat manusia yang lebih tinggi dari makhluk lain seperti hewan akan turun bahkan dibawah derajat hewan. sebagai renungan, cacing saja bermanfaat mengapa kita tidak. Einstein yang memiliki kesulitan dalam berbicara saja mampu menciptakan hal yang  bermanfaat bagi kita hingga saat ini, itu terjadi karena dia mampu menggali potensinya. Kita sangat bersalah sebagai pemuda jika tidak mampu mengahasilkan sesuatu yang memberi manfaat bagi keselamatan bumi, orang lain, terlebih diri sendiri.
Bila pemuda adalah penentu masa depan bangsa, maka berhati-hatilah bagi bangsa yang pemudanya berada dalam keterpurukan. Ketika pemuda suatu negeri berada dalam disorientasi akan jati dirinya sebagai sosok yang diharapkan mampu membawa “kapal” negerinya sukses menelusuri samudera yang begitu luas, maka telah seharusnya alarm peringatan akan kehancuran masa depan bangsa dinyalakan oleh negeri tersebut. Sebaliknya, bila suatu bangsa telah dapat menyiapkan pemuda-pemuda yang memiliki orientasi kuat akan peran sentralnya dalam pembanguan masa depan bangsa, maka berbahagialah bangsa tersebut karena telah menyiapkan masa depan yang baik. Ironinya kenyataan telah berbisik kepada kita, bahwa kondisi pemuda negeri Indonesia tercinta ini lebih dekat dengan kondisi yang pertama. Keterpurukan dan disorientasi akan peran dalam kehidupan.
Mari pemuda renungkan! banyak sekali yang dapat dimanfaatkan agar Indonesia tidak menjadi ladang importir, sederhananya kita harus mengoreksi diri sendiri sebagai contoh hal kecil disekitar kita ada binatang yang tidak dikaruniai akal oleh sang pencipta seperti cacing mereka  mampu menyuburkan tanah, lebah mampu menghasilkan madu dan bebek menghasilkan telur, lalu apa manfaat dari kita sebagai makhluk yang derajatnya lebih tinggi dari binatang? Itulah yang harus kita pikirkan untuk memulai kebiasaan berencana sejak dini, mampu menggali potensi diri,  mampu melihat peluang, berpikir kreatif, memiliki cita-cita setinggi langit. merubah mindset buruk, aktif dalam keorganisasian yang membangun, belajar dengan rajin, menghargai dan memanfaatkan apa yang ada disekitar kita, focus, percaya akan proses, dan menyanyangi waktu untuk digunakan secara baik. Maka, sepuluh tahun kedepan pemuda mampu  menakhlukkan samudera masa depan.
Pemuda adalah harapan bangsa. Peran pemuda sangat sentral untuk mendatangkan masa depan cemerlang kepada negeri ini. Masa-masa muda adalah masa yang sangat potensial untuk melakukan perubahan-perubahan positif. Tidak perlu besar, kecil namun berkelanjutan adalah lebih baik. Begitu banyak kontribusi yang dapat kita sumbangkan, tidak perlu selogan mengubah dunia, ubahlah diri kita sendiri terlebih dahulu menjadi pribadi yang lebih baik. Karena sejatinya kita adalah bagian dari dunia, mengubah diri kita berarti telah mengubah bagian kecil dari dunia. Akhirnya keputusan ada ditangan kita, ingin menjadi pemuda  yang diharapkan atau yang terus berkawan dengan kesuraman.


Kamis, 22 Agustus 2013

Artikel Liburan :)


KEMACETAN = DEMOKRASI ?
Indonesia merupakan negara yang meduduki peringkat ke 4 sebagai negara terpadat penduduknya di dunia. berdasarkan hasil sensus tahun 2010 yang di umumkan pada bulan Angustus 2010 oleh publikasi BPS jumlah penduduk Indonesia adalah sebanyak 237.556.363 orang ,yang terdiri dari 119.507.580 laki-laki dan 118.048.783 perempuan dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1,49 persen per tahun. Kepadatan penduduk ini merupakan salah satu dari timbulnya kemacetan lalu lintas saat ini, Kemacetan itu sendiri adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan. Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan jalan dengan kepadatan penduduk. namun kemacetan tidak serta merta disebabkan hanya karena kepadatan penduduk, melainkan ada beberapa penyebabnya yaitu;
•         Arus yang melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan
•   Terjadi kecelakaan terjadi gangguan kelancaran karena masyarakat yang menonton kejadian kecelakaan atau karena kendaran yang terlibat kecelakaan belum disingkirkan dari jalur lalu lintas,
•         Terjadi banjir sehingga kendaraan memperlambat kendaraan
•         Ada perbaikan jalan,
•         Bagian jalan tertentu yang longsor,
•         Kemacetan lalu lintas yang disebabkan kepanikan seperti kalau terjadi isyarat    sirene   tsunami.
•       Karena adanya pemakai jalan yang tidak tahu aturan lalu lintas, seperti : berjalan lambat di lajur kanan dan sebagainya.
•         Adanya parkir liar dari sebuah kegiatan.
•     Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area tersebut.
•         Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas
           
            Kemacetan lalu lintas bak penyakit kronis yang tak kunjung sembuh yang menjadi permasalahan sehari-hari di kota-kota besar seperti Jakarta, Balikpapan, Surabaya, Bandung, Medan dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Dan bahkan Samarinda ibukota dari Kalimantan Timur pun sekarang mulai sering terjadi kemacetan. Dari beberapa penyebab kemacetan di atas bisa kita ketahui bahwa banyak sekali penyebab kemacetan lalu lintas. Namun terlepas dari itu sebenarnya penyebab utama adalah karakter. Dan yang harus kita miliki, bukan karakter buruk melainkan karakter yang baik. Mengapa saya katakan karakter? Itu karena, penyebab sebenarnya kemacetan adalah dari dampak miskinnya karakter bangsa saat ini. Di zaman milenium ini semua orang ingin bergerak cepat, semua kegiatan selalu berkejar-kejaran dengan waktu, namun apa yang terjadi jika lalu lintas saja macet, bukan cepat justru malah lambat. padahal untuk menjadi negara maju kita juga harus cepat. Karakter, ya, saat ini hampir  semua orang menggunakan kendaraan mobil pribadi. Egoisme,keserakahan,mementingkan diri sendiri itu lah penyakit utama penyebab kemacetan saat ini. Padahal bayangkan saja jika semua orang menggunakan mobil pribadi masing-masing satu orang_satu mobil dengan melihat banyaknya masyarakat yang mempunyai mobil pribadi, jika satu keluarga ada 8 orang bayangkan jika misalnya 6 dari 8 keluarga itu menggunakan kendaraan mobil sendiri-sendiri pasti akan menyebabkan peluapan kendaraan di ruas jalan raya. Andaikan saja jika semua orang mempunyai kesadaran tinggi untuk tidak egois menggunakan jalan pasti  akan terhidar dari kemacetan. Selain itu keserakahan pengguna jalan saat ini seperti  meyerobot jalur yang bukan jalurnya.
Ketidakdisiplinan, mementingkan diri sendiri seperti parkir liar,menyerobot lampu merah,pasar tumpah dan sebagainya seperti yang sudah dipaparkan diatas, ini juga merupakan beberapa dari banyaknya penyebab kemacetan yang harus cepat ditangani. Di hari libur seperti bulan Ramadhan dan idul fitri ini kemacetan pun meningkat karena banyaknya orang yang mudik dari satu kota ke kota yang lain, banyaknya orang berbondong-bondong memenuhi jalan raya untuk pergi berbelanja kebutuhan lebaran. Kemacetan sungguh sangat merugikan semua orang,kalau dulu kemacetan hanya terjadi ketika liburan tiba kini kemacetan bak pemandangan tak sedap di jalan raya.
Kemacetan ini bagaikan demokrasi. Mengapa, karena dari rakyat, untuk rakyat, dan oleh rakyat karena penyebabnya dari rakyat dan pasti akan kembali dampaknya ke rakyat itu sendiri. Jadi, kesadaran diri pribadi untuk tertib dan tidak egois dalam menggunakan jalan raya merupakan solusi sederhana yang ampuh. Kita bersama-sama untuk mengecamkan dalam pikiran kita bahwa kemacetan ini dari kita dan dambakya pasti akan ke kita, agar kita bisa lebih menghargai dan peduli untuk memberantas masalah kemacetan ini. Dan untuk para pemimpin berwenang dapat menerapkan beberapa strategi jitu yaitu kita dapat mencontoh negara lain seperti pembatasan penggunaan kendaraan pribadi. Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
•       Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP). ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
•     Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
•         Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain pembatasan sepeda motor masuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

Memang ekstrim namun mau bagaimana lagi. Permasalahan kemacetan ini memang harus ditangani cepat karena menimbulkan kerugian-kerugian bagi negara dan masyarakat yaitu;
•         Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah
•         Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih rendah,
•       Kehausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih tinggi,
•       Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih tinggi, dan mesin    tidak beroperasi pada kondisi yang optimal,
•           Meningkatkan stress pengguna jalan,
•   Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran dalam    menjalankan tugasnya.
Dari beberapa kerugian diatas sudah memberikan pertimbangan bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap permasalahan kemacetan ini, jangan hanya menuntut kepada pemerintah dan mengatakan pemerintah gagal dalam menyejahterakan rakyat karena gagal mengatasi masalah kemacetan ini. kasihan para pemimpin kita jika terus-terusan kita tekan untuk menyelesaikan masalah kita yang kita buat sendiri dan kurang sadar terhadap kepentingan bersama terus terusan egoisme yang berjalan. bayangkan saja jika kita berada pada posisi pemimpin kita, apakah kita bisa menyelesaikan masalah ini jika kita saja begini? kasihan para pemimpi kita. tidak hanya masalah kemacetan yang mereka tangani banyak sekali masalah negara kita ini, maka dari itu cobalah untuk menghargai sesama untuk menciptakan ketertiban lalu lintas dengan mengurangi menggunakan mobil pribadi sendiri-sendiri, tertib dalam berlalu lintas. Jika ingin menghilangkan masalah kemacetan. Agar kemacetan tidak seperti demokrasi lagi.


Kamis, 01 Agustus 2013

contoh essai bahasa indonesia

MENULIS ESSAI MEMANG JAGONYA PENUMBUH RASA
       Di SMAN 10 Samarinda yang katanya adalah sekolah unggulan dan mempunyai peserta didik yang pintar dan pilihan dari berbagai daerah di kalimantan Timur ternyata masih saja terdapat banyak yang mengalami remidi di ulangan semerter yang baru saja di laksanakan tepatnya pada tanggal 10 Desember 2012 terutama pada pelajaran bahasa indonesia.padahal bahasa indonesia adalah bahasa ibu yang biasa di pakai sehari-hari tetapi masih saja banyak yang mengalami remidi yang dari semua peserta didik kelas 10 hanya 11 orang yang lulus.maka dari itu saya sebagai penulis tertarik untuk menguraikan tentang masalah ini.
Remidi, sebelum membahas terlalu jauh masalah ini,apa sih remidi itu?  pasti kita semua sudah tahu remidi adalah sebutan yang digunakan pada peserta didik yang nilai atau hasil ujiannya mengalami nilai yang tidak memenuhi KKM dan diberi tugas Menulis essai yang memang jagonya penumbuh rasa ini. Tapi sebelumnya saya belum mau membahas kenapa essai adalah jagonya penumbuh rasa ini ,maka dari itu baca terus sampai habis.
      KKM? Nah,karna pada bahasan masalah ini kita akan banyak menyantumkan kata-kata KKM saya akan memberi penjelasan apasih KKM itu? KKM itu kependekan dari Kreteria kompetensi Minimal,yang merupakan ketetapan bersama warga sekolah. Dari  namanya saja minimal maka, sudah jelas bahwa jika nilai kita dibawah atau lebih rendah dari nilai KKM maka alhasil adalah remidi.
     
      Dan sebelum saya membeberkan faktor-faktor penyebab remidi yang marak menjadi hantu yang bergentayangan di pikiran khususnya peserta didik SMAN 10 Samarinda kelas 10.sebelumnya saya akan memberikan batasan masalah remidi yang akan saya bahas dan saya akan menguraikan tentang remidi pelajaran Bahasa Indonesia ,karna pelajaran yang satu ini memang sering kita gunakan dalam sehari-hari tapi malah menjadi mautnya pelajaran.menurut saya banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya remidi dalam pelajaran bahasa indonesia dan dari pengamatan saya terhadap peserta didik itu sendiri biasanya peserta didik menganggap remeh pelajaran yang sudah menjadi bahasa sehari-hari seperti  Bahasa Indonesia,sehingga peserta didik tidak sedikit yang malas memperhatikan penjelasan guru yang menjelaskan materi,dan selain itu dilihat dari faktor luar, kita ketahui bahwa peserta didik di SMAN 10 Samarinda ini adalah berasrama yang bangun tidur paginya jam 04.00 karna harus mandi yang bergiliran selain bangun tidur peserta didik yang dapat dikatakan cepat, kegiatan asrama yang padat juga membuat waktu peserta didik untuk belajar terbuang contohnya seperti kegiatan apel dll. yang  membuat banyak peserta didik yang tidur di kelas saat pelajaran,dan itulah yang membuat banyak peserta didik yang mengalami remidi.dan selain itu juga namanya juga sekolah  bertaraf internasional jelas jika KKM yang diberikan untuk setiap mata pelajaran itu  tinggi yaitu 80 nah menurut saya ini juga adalah salah satu faktor peserta didik mengalami remidi,

      Dari fakta yang saya amati tingkat kesulitan soal yang di buat oleh guru bidang studi pun adalah salah satu hal pendukung atau pemicu remidi. Sebenarnya tingkat soal yang sulit itu adalah salah satu niat guru yang ingin peserta didiknya mempunyai tingkat pemahaman dan kemampuan untuk mengerjakan soal-soal yang sulit.Soal dibuat sulit ini dapat kita lihat dari model soal pilihan ganda bahasa indonesia yang jawabannya dari opsi A-E mempuyai perbedaan yang sedikit dan sangat detail.maka,dari itu guru-guru bahasa indonsia membuat soal dengan tingkat kesulitan yang tinggi sehingga peserta didik menjadi lebih terbiasa dengan soal-soal semacam itu. Walaupun kita ketahui bersama bahwa soal UAN saja memuat soal-soal yang tidak begitu sulit ,namun soal yang kita hadapi ini tidak hanya untuk UAN bukan? Tetapi juga untuk bekal saat ketika kita mendaftar di perguruan-perguruan tinggi terkenal dan bertaraf seperti UGM,ITS dll .karna, kita ketahui bersama bahwa salah satu visi dan misi SMAN 10 Samarinda adalah menargetkan anak peserta didiknya bisa Go International dan mesuk ke perguruan tinggi yang terkenal dan karna, itulah KKM yang di berikan di setiap pelajaran khususnya bahasa indonesia adalah 80 yaitu angka yang tidak bisa dibilang kecil bagi para  peserta didik terlebih dengan tingkat kesulitan soal yang tinggi.
      Menuju kepada judul yaitu Menulis Essai Memang Jagonya Penumbuh Rasa. Kenapa essai jagonya penumbuh rasa? Menulis essai merupakan cara guru bahasa indonesia kelas 1 di SMAN 10 Samarinda ,ya ibu guru yang bernama ibu Nurliana Indah ini adalah  guru Bahasa Indonesia yang memunculkan inovasi  untuk memberikan tugas  menulis essai sebagai remidian,dalam hal ini para peserta didik yang mengalami remidi wajib untuk mengerjakan tugas essai yang diberikan agar nilai yang tidak memenuhi KKM ini dapat memenuhi KKM ,nah masuk kepada pertanyaan tadi,banyak hal yang dapat kita ambil dari manfaat tugas essai yang menumbuhkan rasa,maksud dari penumbuh rasa disini adalah pembentuk rasa respon kita,kepekaan kita terhadap suatu masalah. Bicara tentang dampak,dari tugas membuat essai terhadap  peserta didik  pastilah sangat berdampak ,dan sesuai dengan pengamatan saya dampak yang diberikan dari tugas essai kepada peserta didik yang mengalami remidi adalah positif ,itu kenapa?karna Essai itu sendiri adalah karangan karya tulis yang memuat pendapat penulis tentang suatu masalah . jadi,dari tugas essai ini pesrta didik di ajak untuk berkarya dalam suatu hal yang sederhana yaitu menulis yang pembahasannya adalah suatu masalah yang ada di sekitar kita. Dari ini saja sebenarnya tugas essai yang diberikan sebagai remidi sudah berdampak dan  bermanfaat ,saya akan menguraikan lebih lanjut tentang apa saja dampak yang diberikan terhadap peserta didik karena dengan diberlakukannya tugas membuat essai sebagi remidi ini.
      Manfaat pertama membuat peserta didik menjadi lebih gemar menulis, kedua menumbuhkan kecintaan terhadap membaca karna kita ketahui bersama  bahwa sekarang sudah di terapkan ynag namanya wajib membaca bagi peserta didik,dan yang ketiga yaitu berfikir lebih kritis serta yag ke empat dapat menimbulkan atau meningkatkan rasa respond terhadap suatu masalah yang terjadi di lingkungan sekitar.
      Menulis Faktanya Banyak orang yang menganggap menulis merupakan suatu hal mengasikkana akan tetapi tidak semua yang beranggapan begitu sebagian dari kita masih banyak yang menganggap menulis adalah hal yang membosankan,sebenarnya tanpa kita sadari menulis dapat menambah kemampuan kita dalam mengolah kata dalam tulisan maupun perkataan.dari tugas  essai ini  kita tidak hanya dituntut untuk  menulis tapi juga membaca,dan kebanyakan dari kita yang membuat essai tidak hanya memuat tentang  pendapat penulis saja tapi juga memuat dari kutipan-kutipan buku yang dibaca penulis essai , semakin banyak membaca maka, essai yang dibuat pun semakin bagus.berfikir kritis jelas sudah kita dapatkan dari manfaat menulis essai karna saat menulis essai sebenarnya kita diajak untuk lebih berfikir tentang suatu masalah yang terdapat di sekirtar kita dan diajak untuk mencari solusi ataupun hanya memberikan pendapat ,sanggahan dan fakta-fakta nyata yang terjadi di sekeliling kita.
     Kalau bicara dampak pasti sudah jelas sangat berdampak dan bermanfaat.tapi lain lagi jika kita mendengar tugas essai sebagai remidi ,baru kita dengar saja pasti sudah berfikiran negatif tetang tugas essai ini tapi ya ini lah yang terjadi di SMAN 10 Samarinda, sebenarnya diberikannya tugas essai sebagai remidi seharusnya dapat menimbulkan efek jera bagi peserta didik, dalam hal ini yang dimaksud dengan memberikan efek jera adalah menjadikan peserta didik lebih mau meningkatkan belajar agar tidak mengalami remidi lagi , tetapi yang saya amati dari kelas 11 dann 12 di SMAN 10 Samarinda  belum dapat menimbulkan efek jera ,karana masih saja banyak peserta didik yang remidi,entah itu memang karena tugas essai tidak menimbulkan efek jera atau memang peserta didik yang kurang belajar atau faktor lain.  karena kelas 1 di SMAN 10 Samarinda maka,belum kita ketahui apakah pemberian tugas menulis essai memberikan efek jera terhadap peserta didik kelas 10 di SMAN10 Samarinda.
     Jadi, dari keseluruhan dapat disimpulkan bahwa pemberian tugas essai sebagai remidi ini memberikan dampak positif. Ada bebrapa tips yang saya ingin berikan kepada kalian tentang gimana sih menghindari remidi, pertama fokuskan dengan pelajaran yang memang kalian anggap sulit ya misalnya seperti bahasa Indonesia yang biasa di anggap sulit, kalian bisa membeli buku-buku kumpulan soal-soal yang menyangkut materi pelajaran yang kalian anggap sulit itu agar kalian dapat lebih mudah memahami bentuk-bentuk dari soal misalnya  bahasa indonesia,jadi kalian tidak hanya cukup belajar di sekolah dengan guru pembimbing ,jika kalian belum paham dengan soal-soal yang kalian kerjakan tanyakan saja kepada guru pembimbing mata pelajaran bahasa indonesia kalian.karna sebenarnya jika kita semakin sering mengerjakan soal-soal maka kepahaman kita dalam menghadapi soal itu mejadi lebih mudah,sebenarnya itu bisa kita ambil contoh   seperti kita dulu yang baru belajar bersepeda semakin kita sering mencoba maka semakin kita mahir walaupun kita jatuh berkali-kali ,ya sebenarnya begitu juga dengan belajar pasti ada saja hambatan.
     Dan untuk guru bahasa indonesia yang memberikan tugas menulis essai sebagai remidi itu merupakan suatu inovasi yang bagus, yang dapat mengembangkan kreatifias peserta didik , dan bagi peserta didik  yaang mendapat tugas menulis essai sebagai remidi jangan marah dengan gurunya karna sebenarnya tugas menulis essai ini juga ada manfaatnya. Dan bagi guru-guru Bahasa Indonesia yang lain atau guru mata pelajaran lain dapat menggunakan metode pemberian tugas menulis essai ini bagi peserta didik yang mengalami remidi.

#pengalaman saya karena remidi bahasa indonesia saya jadi suka menulis amin.
semoga bermanfaat teman. :)

Indonesia Ku

KATANYA NEGARA HUKUM?
     Sudah kita ketahui bersama bahwa Negara Indonesia adalah Negara hukum. Bahkan seluruh orang didunia pun mengakui bahwa Indonesia adalah Negara hukum. Yang  mana itu sudah jelas diratifikasi dalam UUD 1945 tepatnya pada BAB 1 tentang bentuk dan kedaulatan pasal 1 ayat 3 yang berbunyi “Negara Indonesia adalah Negara Hukum”
     Negara hukum yang dimaksud adalah Negara yang menegakkan atau supremasi hukum untuk menegakkan kebenaran dan keadilan,dan tidak ada kekuasaan yang tidak di pertanggung jawabkan(akuntabel).negara hukum sendiri menganut 3Prinsip utama yaitu pertama Supremacy of law yang berarti penegakan hukum, ,yang  mana Negara Indonesia menegakkan atau menjalankan hukum. Yang kedua Equality before the law yaitu kesetaraan dihadapan hukum,dan yang ketiga due proses of law yaitu Negara menegakkan hukum dengan tidak bertentangan dengan hukum.
KATANYA NEGARA HUKUM? Kenapa saya membuat judul ini? Kita lihat saja masalah-masalah yang terjadi di Indonesia yang setiap hari tidak ada habisnya. Negara yang  memiliki wilayah kepulauan yang berpedoman atas falsafahnya PANCASILA yang sedemikian rupa komplitnya masih saja banyak terjadi masalah,masih banyak ketidakadilan dalam hukum padahal lihat saja dari pengertian Negara hukum itu sendiri. “Negara yang menegakkan hukum keadilan dan kebenaran”seperti masalah pengedaran narkoba yang marak diperbincangkan di media massa yang tanpa henti-hentinya mengedarkan narkoba yang merusak  generasi muda bangsa indonesia ,masih saja bisa enak-enakkan jalan sana-sini. Didalam penjara saja dia masih bias enak-enakkan dengan penjara yang diberi fasilitas  seperti hotel ,masih bisa mengedarkan narkoba dengan leluasa masih bisa berhubungan dengan anggotanya, dan masih pantaskah mereka mendaparkan grasi ,bandingkan saja kakek-kakek  miskin yang mencuri pisang,langsung dikenakan hukuman penjara. Inikah yang dikatakan Negara yang menegakkan hukum?masalah  besar yang akan meracuni generasi muda masih saja bisa diberi pengurangan hukuman (grasi),apakah itu karana ia uang, apakah uang adalah segalanya di hadapan hukum. Dimana prinsip Negara hukum Equality before the law yaitu kesetaraan dihadapan hukum ?selain prinsip sudah jelas  bahwa tidak ada perlakuan berbeda dihadapan hukum tepatnya dijelaskan dalam UUD 1945 pasal 27 ayat 1 yang berbunyi”segala warga Negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada terkecualinya” itu berarti  segala warga Negara entah kaya miskin pejabat atau tidak itu sama kedudukannya dihadapan hukum, lantas dengan uang Undang-Undang yang utuh akan sirna bak pasir di tepi pantai. segampang itu kh?
      Terkadang kita sebagai orang yang memiliki  kewenangan atau kekuasaan,dan jabatan lupa dengan hukum.hanya untuk kepentingan pribadi tanpa mementingkan kepentingan umum .kenapa kita harus mengutamakan uang, kesenangan pribadi,keuntungan,jabatan,kejayaan,kehormatan ?apakah dengan itu semua  kita akan bahagia? Bahagia melihat bangsa yang hancur.
Maka dari itu ,kita sebagai bangsa Indonesia yang baik.kita harus junjung tinggi hukum kita Undang-undang kita. tunjukkan kepada bangsa lain bahwa indonesia benar benar sudah merdeka, merdeka wilayah,merdeka kekayaan, dan yang paling penting merdeka bangsa dan karakternya.
sekian terima kasih :)